Tekanan Harga Meningkat di Seluruh Komponen Pasif dan Bahan Semikonduktor
Tekanan Biaya Semakin Meningkat Seiring Kenaikan Harga yang Menandai Penyesuaian Pasar dalam Jangka Panjang
1. Komponen Pasif Memimpin Siklus Kenaikan Harga
Pada 16 Januari 2026, Yageo—pemimpin global komponen pasif—secara resmi mengumumkan kenaikan harga sebesar 15%–20% untuk produk resistor tertentu, berlaku mulai 1 Februari 2026. Penyesuaian ini mencakup serangkaian resistor chip utama, termasuk seri RC0402 dan RC0603.
Menurut Yageo, kenaikan harga tersebut terutama didorong oleh kombinasi faktor berikut:
Kenaikan biaya produksi di seluruh lini produk terkait chip
Kenaikan tajam harga logam mulia seperti perak, rutenium, dan paladium
Tekanan biaya berkelanjutan dari bahan baku dan input energi
Langkah ini mengikuti pengumuman serupa yang dibuat pada November 2025 oleh Fenghua Advanced Technology, yang menaikkan harga varistor dan resistor film tebal, menunjukkan bahwa tekanan biaya di seluruh rantai pasok komponen pasif telah menjadi struktural, bukan bersifat sementara.
Analis industri secara luas sepakat bahwa volatilitas harga perak tetap menjadi pendorong utama kenaikan saat ini dalam biaya komponen pasif. Jika bahan baku hulu seperti pasta perak dan pasta tembaga mengikuti tren kenaikan yang sama, maka kemungkinan besar akan terjadi efek transmisi biaya berantai di sepanjang rantai pasok, yang selanjutnya akan melemahkan stabilitas harga resistor dan kapasitor.
2. Bahan Dasar Semikonduktor Mengalami Penyesuaian Agresif
Tekanan biaya tidak terbatas pada komponen pasif. Saat ini, bahan dasar semikonduktor juga mengalami kenaikan harga yang terkoordinasi.
Pada 19 Januari, pemasok bahan baku Jepang Resonac mengumumkan bahwa, akibat pasokan tembaga foil dan kain fiberglass yang ketat serta harga yang meningkat, ditambah dengan kenaikan biaya tenaga kerja dan logistik, perusahaan akan menerapkan kenaikan harga lebih dari 30% untuk seluruh jajaran laminat berlapis tembaga (CCL) dan lembaran perekatnya, efektif mulai 1 Maret 2026.
Laminat berlapis tembaga merupakan bahan kritis untuk substrat chip dan papan sirkuit cetak (PCB), serta banyak digunakan dalam prosesor AI, server, dan infrastruktur pusat data. Resonac memperkirakan bahwa pasar targetnya akan tumbuh dari USD 117 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 344 miliar pada tahun 2028, atau tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 31%. Dalam konteks ini, strategi penetapan harga di tingkat bahan baku sedang disesuaikan kembali lebih awal dalam siklusnya.
3. Pasar Memori Memasuki "Siklus Super"
Di antara semua kategori semikonduktor, perangkat memori merupakan yang pertama memasuki siklus kenaikan harga penuh.
Mulai kuartal II 2025, sejumlah produsen memori mulai menghentikan secara bertahap produk DRAM generasi lama seperti LPDDR4X dan DDR4, sehingga pasokan menjadi semakin ketat. Seiring meningkatnya permintaan server dan pusat data pada kuartal keempat, sebagian besar kapasitas fabrikasi dialihkan ke produk kelas server bermargin lebih tinggi, yang memperparah kekurangan pasokan di pasar konsumen.
Menurut data Pasar Flash CFM:
Harga DRAM melonjak 386% secara tahun-ke-tahun pada 2025
Harga NAND Flash naik 207% dalam periode yang sama
Memasuki awal 2026, DRAM kelas server mengalami gelombang kenaikan harga tajam lainnya, umumnya berkisar antara 60% hingga 70%. Perbedaan harga antar-spesifikasi menjadi semakin mencolok. Secara khusus, harga kontrak DDR4 diperkirakan akan naik sekitar 90% pada kuartal I 2026, sementara itu untuk sementara waktu melampaui persentase kenaikan DDR5.
4. Tinjauan Pasar: Momentum Kenaikan Harga Kemungkinan Berlanjut Hingga 2026
Konsensus pasar menunjukkan bahwa kenaikan harga saat ini tidak mungkin bersifat jangka pendek. Dampak gabungan dari:
Permintaan berkelanjutan untuk server dan pendorong AI
Penguncian kapasitas serta transisi strategis lini produk oleh produsen
Disiplin jangka panjang di sisi pasokan
menciptakan dinamika harga dengan karakteristik jangka menengah hingga jangka panjang yang jelas.
Analis semakin memandang gelombang kenaikan harga ini bukan sebagai guncangan pasokan jangka pendek, melainkan sebagai penilaian ulang tingkat harga komponen semikonduktor dan elektronik pada tingkat siklus. Dampaknya diperkirakan akan berlanjut sepanjang tahun 2026, dengan efek limpahan bertahap ke berbagai komponen dan bahan lainnya.